You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Musim Kemarau di Jakarta di Prediksi Hingga Akhir Oktober
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Kemarau Diprediksi hingga Akhir Oktober

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau di ibu kota akan terjadi hingga akhir Oktober. Sedangkan musim hujan di Jakarta diprediksi baru akan terjadi pada bulan November mendatang.

Kalau hujan buatan BNPB yang melakukan, tapi jika melihat kondisi saat ini peluang sukses hujan buatan sangat kecil

Kepala Sub Bidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, musim hujan akan terjadi mulai pertengahan November dengan curah hujan 150 milimeter per bulan.

"Musim kemarau diprediksi sampai akhir Oktober. Meskipun September dan Oktober sudah ada hujan di Jakarta, namun masih sporadis, sehingga belum cukup untuk dikatakan musim hujan," kata Sena di kantornya, Rabu (29/7).

BMKG Prediksi Musim Hujan hingga Februari

Menurutnya, musim kemarau tahun ini lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Itu karena dampak dari fenomena El Nino di mana dalam keadaan normal panas matahari di kumpulkan di Laut Pasifik Barat, namun dampak El Nino panas tersebut dilepaskan secara merata. Akibatnya air laut dingin sehingga penguapan berkurang.

"Kalau hujan buatan BNPB yang melakukan, tapi jika melihat kondisi saat ini peluang sukses hujan buatan sangat kecil," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye1113 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

    access_time12-09-2026 remove_red_eye1018 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

    access_time14-09-2026 remove_red_eye841 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Bakesbangpol Ajak Warga Bantu Pantau Orang Asing

    access_time11-09-2026 remove_red_eye766 personFolmer
  5. Apresiasi Kader Posyandu, Pram Targetkan Stunting di Jakarta Turun 14 Persen

    access_time11-09-2026 remove_red_eye696 personDessy Suciati